Skip to content

Antara Jambrong dan tuhannya

September 13, 2009

Jambrong
Hari ini aku akan bertemu tuhan. Tuhan sangat baik padaku. Dia selalu mendengar doaku dan mengabulkan permintaanku. Aku yang dulu hanya orang biasa, kini menjadi luar biasa. Banyak sudah mukjizat yang aku miliki. Dengan ijin tuhan, aku mampu menaklukan berbagai macam jin. Jin2 yang kutaklukan akan menjadi sangat penurut kepadaku. Mereka akan dengan senang hati melakukan perintah2ku. Kemarin ada seorang pemuda datang padaku. Dia minta supaya bisa lolos CPNS. Aku mengatakan padanya agar dia tenang. Segala keinginannya pasti bisa terwujud dengan bantuan tuhan. Mendengar perkataanku, wajah Heri menjadi begitu cerah. Dia meninggalkanku setelah sebelumnya menciumi tanganku dan mengucapkan terima kasih.
Akhirnya waktu itupun tiba. Tuhan datang di hadapanku dengan wujud cahaya putih. Dia memintaku supaya menyembelih seekor anak kambing di bawah pohon beringin tua dekat pekuburan tepat jam 12 malam. Aku sangat senang. Ternyata syarat yang diajukan tuhan kali ini mudah saja.
Tiga hari kemudian aku berjalan dengan santai sambil membawa seekor anak kambing dan sebilah golok. Heri memang sangat besungguh-sungguh dalam melaksanakan niatnya. Siang tadi, setelah kujelaskan tentang persyaratan yang diminta tuhan agar dia lolos CPNS, tak sampai 3/4 jam dia kembali datang padaku dengan membawa seekor anak kambing berwarna putih. Golok mulai menyayat leher kambing kecil. Darah segar segera melucur dengan derasnya. Tak lupa sebelumnya aku menyumpal mulut si kambing dengan kain agar tidak terlalu berisik saat ku sembelih. Upz, aku lupa bertanya pada tuhan tentang satu hal. Harus diapakan kambing kecil yang kini tak bernyawa ini? Ah, bodohnya aku sampai lupa bertanya tentang hal itu. Di tengah kebimbanganku, tuhan kembali hadir. Aku sangat takzim, tak menyangka kali ini rela hadir untuk memberikan pencerahan di tengah kegalauanku. Dia memerintahkan aku supaya mengubur anak kambing itu. Dengan taat, aku lakukan perintahnya itu. Akupun segera kembali pulang dengan wajah lega.
Dua minggu setelah acara penyembelihan kambing, aku menjalani hidup seperti biasa. Jika tidak ada pasien, aku akan membaca amalan2 dari tuhan. Walau tak mengerti artinya, aku tetap membacanya karena berasal dari tuhan. Dengan begitu, tuhan akan semakin menyayangi aku dan semakin mudah pula aku mendapatkan keinginanku. Aku melihat sekeliling rumah megahku. Ini adalah hadiah dari tuhan, lewat uang yang kudapatkan dari pasien2ku. Aku sangat beruntung bisa mengenal tuhan secara pribadi.
Tak lama, asistenku memberitahu bahwa ada orang yang ingin bertemu denganku. Ku bilang padanya agar mempersilahkan orang itu masuk. Dengan langkah tergesa-gesa Heri datang menghampiriku. Tanpa basa-basi, dia mencecar aku dengan kata2nya yang menusuk hati. Ternyata dia tidak lolos CPNS. Aku sangat syok mendengarnya. Tidak biasanya tuhan tidak menepati janjinya. Oh tuhan..mengapa kau lakukan ini padaku? Di mana kau berada? Aku ingin sekali bertemu denganmu. Sepeninggal Heri, aku masih termenung. Aku menanti tuhan..

Tuhan si Jambrong
Hahaha..bodoh benar si Jambrong. Dia mengira aku adalah tuhannya. Setiap hari dia membaca amalan yang kuberikan padanya, yang tak lain adalah penghujatan terhadap Tuhan. Aku sangat membenci Tuhan. Dia dengan semena-mena mengusir nenek moyangku dari surga hanya karena beliau tidak mau bersujud pada Adam. Untuk apa kaum terhormat seperti kami bersujud kepada Adam yang terbuat dari tanah. Sekarang kami hidup bebas di bumi, tentunya dengan dimensi yang lain dari dimensi manusia. Kami sudah bertekad akan menyesatkan manusia hingga akhir jaman. Kami selalu berlomba-lomba dalam menyesatkan manusia. Yang paling dihormati diantara kami adalah yang paling hebat dalam membuat manusia berpaling dari Ilahi dengan melakukan dosa2. Tempo hari ada seorang manusia bodoh yang datang kepada Jambrong. Dia minta supaya bisa lolos CPNS. Hahaha..aku tertawa puas. Di jaman digital ini masih saja ada orang2 bodoh seperti dia. Orang2 seperti inilah nanti yang akan menemaniku di jahanam. Jambrong menjanjikan bahwa segala urusan akan beres. Seperti biasa, Jambrong memohon aku datang. Akupun datang kepadanya dalam wujud cahaya putih..ya supaya dia semakin yakin kalau aku memang benar tuhannya. Dengan iseng, aku memintanya supaya dia menyembelih seekor anak kambing di bawah pohon beringin besar di dekat pekuburan. Sebenarnya ada alasan kecil kenapa aku menyuruh dia melakukannya di tempat itu. Tempat itu adalah rumah 5 kawanku. Tentu mereka akan sangat senang bisa menyaksikan satu lagi kebodohan manusia. Saat ini Jambrong sedang sedih. Pasiennya tidak lolos CPNS. Jambrong merasa sangat terpukul. Berulang kali dia memohon kehadiranku. Aku terpingkal-pingkal melihat tingkahnya. Seharian dia komat-kamit membaca amalan sesatku. Sesekali dia menangis karena aku tak kunjung datang. Ku biarkan dia melakukan apapun yang dia suka. Aku hanya menyaksikannya dari kejauhan, tanpa berniat untuk menemuinya. Akan kubiarkan dia menjadi gila seperti kebanyakan orang sepertinya. Tak lama 5 kawanku datang. Mereka ikut terbahak-bahak melihat ulah bodoh jambrong. Setelah puas menertawakan kebodohannya, jambrong kutinggalkan sendirian dalam kegamangan. Aku dan kawan2ku terlibat pembicaraan serius. Dengar2 beberapa kaumku di luar negeri berhasil menghasut orang2 yahudi untuk membantai umat islam di palestina. Ada pula kabar tentang kawanku yang berhasil menghasut salah satu pemuda kampung untuk menggagahi tetangganya hingga hamil. Aku sangat senang. Semakin banyak saja temanku kelak di jahanam.

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: